Wolverhampton Wanderers berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham United dalam laga putaran kedua Carabao Cup di Molineux Stadium, Selasa malam (26/8/2025). Kemenangan ini diraih berkat dua gol telat dari Jørgen Strand Larsen yang masuk sebagai pemain pengganti.

Pertandingan dimulai dengan tempo lambat dari kedua tim yang sama-sama melakukan rotasi pemain. Wolves tampil dengan delapan perubahan dari starting eleven terakhir mereka, dengan Hwang Hee-chan sebagai kapten dan beberapa pemain muda mendapat kesempatan.
Babak Pertama: Wolves Unggul Lewat Penalti
Momen krusial terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Jean-Ricner Bellegarde dijatuhkan Guido Rodriguez di kotak penalti. Hwang Hee-chan maju sebagai eksekutor penalti, namun tendangannya membentur tiang gawang. Untungnya bagi tuan rumah, bola pantulan berhasil disambar Rodrigo Gomes untuk membawa Wolves unggul 1-0 di menit ke-43.
Babak Kedua: West Ham Bangkit
West Ham memulai babak kedua dengan agresif dan berhasil menyamakan kedudukan lima menit setelah jeda. Tomas Soucek memanfaatkan umpan silang Kyle Walker-Peters dengan sundulan yang tidak dapat dijangkau Sam Johnstone.
Momentum terus berpihak pada The Hammers ketika Lucas Paqueta mencetak gol kedua di menit ke-63. Paqueta memanfaatkan crossing Jarrod Bowen dengan sempurna, membawa West Ham unggul 2-1.
Ketika West Ham tampak akan meraih kemenangan pertama mereka musim ini, Vitor Pereira memasukkan Jørgen Strand Larsen sebagai pemain pengganti di menit ke-73. Keputusan ini terbukti brilian ketika striker asal Norwegia itu langsung memberikan dampak luar biasa.
Menit ke-82 menjadi titik balik pertandingan. Strand Larsen menerima bola pantulan dari tembakan Andre yang diblok Alphonse Areola, kemudian dengan tenang menuntaskannya ke langit-langit gawang untuk menyamakan kedudukan 2-2.
Hanya dua menit kemudian, Strand Larsen kembali menjadi pahlawan. Kali ini ia memanfaatkan umpan silang Jackson Tchatchoua dengan sundulan keras yang tidak terbendung, memastikan kemenangan 3-2 untuk Wolves.
West Ham dalam Krisis
Kekalahan ini semakin memperparah situasi West Ham United di awal musim 2025/26. Tim asuhan Graham Potter kini telah menelan tiga kekalahan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Sunderland dan 1-5 dari Chelsea di Premier League.
Tekanan terhadap Potter semakin meningkat seiring dengan performa buruk timnya. Menurut laporan media, pemilik West Ham David Sullivan dilaporkan mulai mempertimbangkan untuk mengganti pelatih berusia 50 tahun tersebut. Potter sendiri mengakui tanggung jawabnya atas hasil buruk ini dan menyatakan siap melakukan introspeksi mendalam.
Wolves Menemukan Momentum
Di sisi lain, kemenangan ini memberikan angin segar bagi Wolverhampton Wanderers yang juga mengalami awal musim yang sulit dengan dua kekalahan di Premier League. Vitor Pereira, manajer Wolves, memuji kontribusi Strand Larsen dan berharap pemain tersebut bertahan di klub meski ada minat dari Newcastle United.
“Jika itu keputusan saya, tentu saja dia bertahan. Dia pemain yang sangat penting bagi kami,” ujar Pereira setelah pertandingan.
Pertandingan tidak hanya berakhir dengan kemenangan Wolves, tetapi juga diwarnai insiden emosional. Kapten West Ham, Jarrod Bowen, nyaris terlibat adu argumen dengan suporter setelah peluit panjang dibunyikan. Bowen terlihat kesal dengan ejekan dari tribun sebelum akhirnya ditahan rekan setimnya.
Insiden ini mencerminkan frustrasi yang dialami pemain West Ham atas serangkaian hasil buruk di awal musim. Bowen kemudian meminta maaf melalui media sosial atas reaksinya tersebut.
Perjalanan di Carabao Cup
Kemenangan ini memastikan Wolves melaju ke putaran ketiga Carabao Cup 2025/26. Dengan sistem undian yang akan segera dilakukan, Wolves berpeluang menghadapi salah satu dari tujuh klub Premier League yang baru masuk kompetisi, termasuk Liverpool, Manchester City, Arsenal, Manchester United, Chelsea, Tottenham, atau Aston Villa.
Bagi West Ham, eliminasi dari Carabao Cup menambah daftar kekecewaan musim ini. Kekalahan ini secara resmi mengakhiri harapan The Hammers untuk meraih trofi Carabao Cup pertama dalam sejarah 66 tahun kompetisi tersebut.
Situasi Transfer
Performa cemerlang Strand Larsen semakin memperumit situasi transfer dengan Newcastle United yang dilaporkan telah mengajukan tawaran £50 juta untuk striker berusia 24 tahun tersebut. Wolves diketahui menolak tawaran tersebut dan berharap dapat mempertahankan pemain kuncinya.
Pereira menegaskan bahwa Strand Larsen menunjukkan komitmen penuh kepada tim dengan tidak pernah meminta untuk tidak bermain meski ada spekulasi transfer. “Saya kenal banyak pemain dalam karier saya yang dalam situasi ini meminta untuk tidak bermain, tapi dia ingin bermain setiap saat,” ungkap Pereira.
Kemenangan Wolves menunjukkan pentingnya kedalaman skuad dan dampak pemain pengganti. Keputusan Pereira memasukkan Strand Larsen di saat yang tepat membuktikan kemampuan taktikal sang pelatih dalam membaca situasi pertandingan.
Sementara itu, West Ham kembali menunjukkan kelemahan di lini pertahanan yang sudah terlihat sejak awal musim. Tim Potter kebobolan delapan gol dalam dua pertandingan Premier League sebelumnya, dan kembali kebobolan tiga gol dalam laga ini meski sempat unggul.
Drama di Molineux Stadium malam itu menjadi cerminan kontras situasi kedua tim. Wolves berhasil menemukan momen kebangkitan melalui heroik Strand Larsen, sementara West Ham semakin terpuruk dalam krisis hasil dan kepercayaan diri.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Wolves ke putaran ketiga Carabao Cup, tetapi juga memberikan dorongan moral yang sangat dibutuhkan setelah awal musim yang sulit. Di sisi lain, tekanan terhadap Graham Potter dan manajemen West Ham akan semakin meningkat jika tren negatif ini berlanjut.
Dengan jendela transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, kedua klub masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi mereka, baik dari segi personel maupun strategi permainan. Namun yang pasti, malam di Molineux telah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya ketabahan dan kedalaman skuad dalam sepak bola modern.