kulitbundar.id, – Mimpi sempurna Barcelona untuk terus memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka akhirnya berakhir secara dramatis dan penuh kontroversi di Stadion Reale Arena, San Sebastian, pada hari Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi (19/1/2026) dini hari WIB.
Real Sociedad, tim tuan rumah yang biasanya underdog dalam pertandingan melawan Barcelona, berhasil meraih hasil mengejutkan dengan mengalahkan Blagrana dengan skor 2-1 dalam lanjutan pekan ke-20 Liga Spanyol 2025-2026. Kekalahan ini tidak hanya menghentikan rekor 11 kemenangan beruntun Barcelona di semua kompetisi, tetapi juga secara drastis mempererat persaingan untuk gelar La Liga. Jarak dengan Real Madrid kini hanya berjarak satu titik di belakang Barcelona di papan klasemen.

Barcelona sedang berada dalam periode yang sangat mengesankan dan hampir sempurna. Tim asuhan Hansi Flick telah meraih 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Termasuk pencapaian memenangkan Piala Super Spanyol dengan mengalahkan Real Madrid di final dengan skor 3-2. Performa ini membuat Barcelona memenangkan persaingan Liga Spanyol dengan otoritas yang relatif nyaman. Mengumpulkan 49 poin dari 20 pertandingan.
Pertandingan dimulai dengan Barcelona yang langsung menunjukkan dominasi mereka. Sejak menit-menit awal, Blaugrana menguasai bola dengan persentase yang sangat tinggi dan menciptakan peluang-peluang untuk mencetak gol. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian peristiwa dramatis yang melibatkan teknologi VAR.
Pada menit ke-28 detik pertama, Carlos Soler sudah menciptakan teror bagi Barcelona melalui sebuah tembakan yang berhasil menggetarkan jala gawang tim tamu. Namun, wasit dengan cepat menganulir gol tersebut karena Soler dinilai berada dalam posisi offside yang jelas.
Barcelona membalas melalui serangan, pada menit ketujuh melalui Fermín López. Pemain muda Barcelona ini melakukan tembakan yang keras dan akurat yang membuahkan gol, namun layar VAR menunjukkan bahwa ada pelanggaran yang terjadi dalam proses serangan. Dani Olmo dianggap melalukan pelanggaran lebih dulu terhadap Takefusa Kubo.
Frustasi Barcelona tidak berhenti di situ. Pada menit ke-27, Lamine Yamal melakukan tembakan yang memasuki gawang Sociedad. Namun, sekali lagi VAR mengintervensi untuk membatalkan gol tersebut karena Yamal dinilai berada dalam posisi offside.

Gol yang sebenarnya akhirnya tercipta pada menit ke-32 ketika Real Sociedad berhasil membuka keunggulan. Dalam sebuah aksi yang indah dari sisi taktis, Goncalo Guedes memberikan umpan lambung yang presisi dari sisi kanan lapangan kepada Mikel Oyarzabal yang berada di tiang jauh. Oyarzabal dengan sempurna melakukan tendangan voli dari posisi yang sulit, dan bola meluncur dengan cepat ke sisi tiang dekat gawang Barcelona tanpa bisa ditangani oleh kiper Joan Garcia. Sociedad memimpin 1-0.
Seolah keberuntungan tidak berpihak ke Barcelona, pada menit ke-45 ketika babak pertama sudah mendekati akhirnya, Barcelona mendapatkan penalti ketika Igor Zubeldia dinilai melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal. Namun, dalam keputusan yang kembali memicu kemarahan Barcelona, wasit setelah meninjau ulang kejadian melalui VAR, mengubah keputusannya dan membatalkan penalti tersebut karena menganggap Yamal berada dalam posisi offside ketika terjadi pelanggaran.
Memasuki babak kedua dengan tertinggal 0-1 Barcelona meningkatkan intensitas permainan. Permainan Barcelona di babak kedua menunjukkan pola serangan yang lebih agresif. Pada menit ke-70, Barcelona akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Marcus Rashford.

Rashford dengan sundulan yang sempurna dari dalam kotak penalti menerima umpan dari sudut lapangan dan dengan tenang menyamakan skor menjadi 1-1. Kegembiraan Barcelona tidak bertahan lama, hanya dalam hitungan satu menit kemudian Real Sociedad kembali memimpin di menit ke-71.
Gol kemenangan Sociedad tercipta dalam situasi yang sangat dramatis. Dari kesalahan pertahanan Barcelona, bola sampai kembali ke tangan Goncalo Guedes yang berhasil dengan mudah menyelesaikan dari jarak dekat. Skor menjadi berubah 2-1 untuk keunggulan Sociedad. Kali ini Barcelona berada di posisi yang sangat sulit untuk bisa melakukan comeback.
Pada menit ke-88, Real Sociedad harus mengurangi jumlah pemain ketika Carlos Soler menerima kartu merah. Awalnya wasit memberikan kartu kuning atas pelanggaran yang dilakukan Soler terhadap Pedri, namun setelah meninjau ulang kejadian melalui VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung.
Meskipun Barcelona memiliki keunggulan numerik dengan Sociedad bermain 10 pemain, namun pertahanan yang solid dari Sociedad berhasil bertahan. Kekalahan ini menjadi lebih menyakitkan bagi Barcelona karena konteks keputusan-keputusan yang dibuat oleh wasit Jesús Gil Manzano. Frenkie de Jong, pemain gelandang Barcelona dengan terang-terangan mengkritik sikap “arogan” dari wasit setelah pertandingan berakhir.
Kekalahan ini berdampak signifikan terhadap klasemen Liga Spanyol 2025-2026 yang kini menjadi sangat ketat dan penuh ketegangan. Barcelona, meski masih memimpin klasemen, kini hanya memiliki keunggulan satu poin dari Real Madrid yang berada di posisi kedua.