Tangerang – Ivar Jenner resmi merapat ke Dewa United Banten FC pada bursa transfer tengah musim. Gelandang Timnas Indonesia itu diperkenalkan langsung di Dewa United Arena, Jumat 6 Februari 2026. Ia akan memperkuat Banten Warriors hingga akhir musim Super League 2025/2026.
Kepindahan ini menandai langkah besar pertama Jenner berkarier di Indonesia. Sebelumnya, pemain berusia 22 tahun itu menghabiskan seluruh perjalanan profesionalnya di Belanda. Kini, ia memilih pulang ke tanah leluhur demi mendapatkan menit bermain reguler.
Dewa United mengumumkan transfer tersebut melalui situs dan media sosial resmi klub. Dalam rilisnya, manajemen menyebut Jenner didatangkan langsung dari FC Utrecht. Klub berharap pengalaman Eropa sang gelandang bisa mengangkat kualitas lini tengah tim.
Keputusan Ivar Jenner ke Dewa United tidak diambil secara terburu-buru. Ia lebih dulu mengakhiri kontrak dengan FC Utrecht melalui kesepakatan bersama. Kondisi minim menit bermain di Eredivisie menjadi salah satu faktor utama. Jenner mengakui dirinya butuh panggung baru untuk kembali berkembang. Di Utrecht, ia lebih sering tampil di Jong Utrecht yang bermain di Eerste Divisie. Kesempatan di tim utama sangat terbatas, terutama pada paruh akhir 2025.

“Bagi saya saat ini yang terpenting adalah mendapatkan menit bermain,” ujar Jenner. Ia menegaskan bahwa kepindahan ke Liga Indonesia adalah langkah strategis untuk karier. Targetnya jelas, tampil reguler di tim utama dan menjaga level kompetitif. Sebelum memutuskan, Jenner juga sempat berdiskusi dengan Rafael Struick. Penyerang Timnas Indonesia itu merupakan sahabat dekatnya sejak di Belanda.
Jenner akan mengenakan nomor punggung 18 bersama Dewa United. Dalam sesi latihan perdana, ia mengaku terkejut dengan level permainan tim. Menurutnya, intensitas dan standar permainan berada pada level yang cukup baik.
Sebelum hijrah ke Indonesia, Jenner ditempa di lingkungan sepak bola Belanda yang ketat. Ia sempat menghabiskan waktu di tim usia muda Ajax sebelum bergabung dengan FC Utrecht. Di sana, ia berkembang sebagai gelandang modern dengan visi bermain yang baik. Jenner merasakan atmosfer tim utama Utrecht meski tidak selalu menjadi starter. Ia juga mencatat banyak menit bermain bersama tim kedua di divisi dua.
Di level internasional, Jenner sudah mengenakan seragam Timnas Indonesia di beberapa kelompok usia. Ia mulai bergabung dari tim U‑20 dalam pemusatan latihan di Turki. Setelah itu, ia naik ke U‑23 dan akhirnya menembus skuad senior.
Kedatangan Jenner semakin menguatkan citra Dewa United sebagai “miniatur Timnas”. Sebelumnya, klub ini sudah dihuni beberapa pemain berlabel Garuda. Nama‑nama seperti Rafael Struick, Egy Maulana Vikri, dan Ricky Kambuaya sudah lebih dulu merapat.
Reuni kecil Timnas Indonesia itu memberi keuntungan tersendiri bagi pelatih. Chemistry di ruang ganti dan di dalam lapangan bisa terbangun lebih cepat. Selain itu, pola permainan timnas dapat dengan mudah diadaptasi di level klub.
Keberadaan pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink, juga menjadi faktor pendukung. Riekerink punya pengalaman panjang di Eropa dan Timur Tengah. Kombinasi pelatih Eropa dan pemain diaspora diharapkan menghadirkan standar baru di Dewa United.
Transfer Ivar Jenner ke Dewa United menegaskan tren baru di sepak bola nasional. Dalam dua musim terakhir, semakin banyak pemain diaspora memilih pulang ke Indonesia. Salah satu contoh paling mencolok adalah kepindahan Shayne Pattynama ke Persija Jakarta. Bek kiri Timnas Indonesia itu resmi merapat ke Macan Kemayoran pada Januari 2026. Ia diikat kontrak selama 2,5 musim dengan opsi perpanjangan.

Kehadiran Pattynama juga menambah daftar pemain diaspora di Persija. Sebelumnya, klub ibu kota itu sudah memiliki Jordi Amat di jantung pertahanan. Kini, lini belakang Persija diisi kombinasi bek diaspora dan pemain lokal potensial. Pada akhirnya, transfer Ivar Jenner dan Shayne Pattynama hanya dua contoh dari gelombang yang lebih besar. Gelombang itu adalah arus balik talenta diaspora yang memilih bermukim di kompetisi tanah air.