kulitbundar.my.id, – Lille OSC mengumumkan secara resmi Calvin Verdonk. Didatangkan dari NEC Nijmegen dan dengan biaya transfer sekitar €3 juta menandatangani kontrak hingga 2028. Bek kiri berusia 28 tahun ini menjadi pemain Indonesia pertama yang membela tim Ligue 1.
Calvin Verdonk berasal dari akademi Feyenoord, lalu menghabiskan karir di Eredivisie bersama Utrecht, Twente, dan NEC. Ia telah tampil sebanyak 165 kali untuk NEC, serta pernah mencapai final KNVB Beker 2024. Di timnas Indonesia, ia telah mengantongi beberapa caps internasional.

Di Lille, Verdonk bakal bermain bersama Olivier Giroud. Striker legendaris Prancis dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis yang kembali ke Ligue 1 setelah meninggalkan LAFC dengan kontrak satu musim. Giroud sudah mencetak gol di dua pekan awal Ligue 1 dan menjadi pencetak gol klub tertua pada debutnya.
Ethan Mbappe, adik Kylian Mbappe, turut merapat ke Lille dengan kontrak tiga tahun dan langsung mendapat menit bermain meski masih belia.
Benjamin Andre, gelandang jangkar sekaligus kapten tim, sosok penting bagi stabilitas lini tengah.
Nicolas Pepe, pemain sayap lincah yang pernah menorehkan produktivitas impresif musim 2018–2019 dan masuk dalam UNFP Ligue 1 Team of the Year.
Transfer Verdonk dari NEC memberi Lille opsi tambahan untuk posisi bek kiri. Ia akan bersaing dengan Romain Perraud dan diharapkan menjadi pilihan rotasi dari pelatih Bruno Genesio. Tugasnya memberikan dinamika serangan maupun kestabilan di pertahanan.
Kepindahan Calvin Verdonk ke Lille bukan sekedar transfer,melainkan simbol kebanggaan dan harapan bagi sepakbola Indonesia. Berbeda dengan mayoritas pemain diaspora lainnya yang memilih karier di BRI Super League.
Verdonk justru menapak ke kompetisi Ligue 1 Prancis, salah satu liga top Eropa.
Menjadi pionir baru Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Ligue 1 turning point global yang membuka mata dunia terhadap talenta Indonesia.
Media lokal menyebut kepindahan ini sebagai “berita gembira sepakbola nasional” karena Verdonk justru memilih jalan yang berbeda menantang diri di level elite Eropa.