Setelah Kemenangan Dramatis di Liga Europa, Manchester United Kembali Tersandung di Premier League

Manchester United Kembali Tersandung di Premier League

Manchester United baru saja melewati dua laga dengan hasil yang kontras. Setelah mencetak kemenangan dramatis 5-4 atas Olympique Lyon di Liga Europa, harapan suporter sempat terangkat. Namun hanya beberapa hari berselang, Setan Merah kembali tampil buruk di ajang Premier League dengan kekalahan 0-1 dari Wolverhampton Wanderers pada Minggu, 20 April 2025 di Old Trafford.

Hasil ini semakin menegaskan inkonsistensi yang terus menghantui pasukan Ruben Amorim musim ini. Bukan hanya gagal menjaga momentum, kekalahan ini membuat catatan buruk United di liga domestik semakin panjang.

Dihadapan pendukung sendiri, Manchester United tampil dominan secara penguasaan bola, namun tumpul di depan gawang. Sepanjang laga, mereka hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran. Bruno Fernandes, yang baru kembali dari cedera, dimainkan sebagai pemain pengganti namun tak mampu mengubah keadaan.

Mason Mount sempat mendapat peluang bersih, tapi gagal diselesaikan. Di sisi lain, Wolves yang bermain lebih sabar akhirnya menghukum kelengahan tuan rumah. Pablo Sarabia menjadi penentu lewat tendangan bebas indah di menit ke-74, memanfaatkan celah yang diberikan pertahanan United.

Rekor Buruk dan Posisi Terancam

Kekalahan ini membuat Manchester United tertahan di posisi ke-14 klasemen sementara Premier League dengan koleksi 38 poin dari 33 laga. Mereka telah menelan 15 kekalahan musim ini menyamai rekor terburuk klub sejak musim 1989/90. Sementara itu, Wolves sukses menyamai poin dengan United dan naik ke peringkat 15, hanya kalah selisih gol. Kemenangan ini juga menjadi yang kedua bagi Wolves atas United di musim ini terakhir kali mereka mencatatkan double-win atas Setan Merah terjadi pada tahun 1980.


Kontras Tajam dengan Liga Europa

Di tengah keterpurukan domestik, United justru tampil luar biasa di Eropa. Kemenangan 5-4 atas Lyon di perempat final Liga Europa memperlihatkan semangat juang luar biasa. Namun, performa seperti itu belum tercermin di Premier League. Laga melawan Wolves menjadi pengingat keras bahwa masalah utama United bukan hanya kualitas, tapi konsistensi.

Komentar Amorim: “Kami Kekurangan Banyak Hal”

Pelatih Ruben Amorim tak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut timnya “kekurangan banyak hal” dan harus segera mengevaluasi performa jika tak ingin menutup musim dengan noda sejarah. Ia juga menyadari tekanan suporter yang mulai mempertanyakan arah permainan tim.

United masih menyisakan lima pertandingan di liga, termasuk melawan Bournemouth, West Ham, dan Aston Villa. Jika tak segera berbenah, bukan tak mungkin musim ini menjadi salah satu yang paling buruk dalam sejarah klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait