
Inter Milan memulai pertandingan dengan agresif dan berhasil mencetak dua gol di babak pertama. Lautaro Martínez membuka skor pada menit ke-21 setelah memanfaatkan umpan dari Denzel Dumfries. Tidak lama kemudian, Hakan Çalhanoğlu menggandakan keunggulan Inter melalui tendangan penalti pada menit ke-45+1, setelah Lautaro Martínez dijatuhkan di kotak penalti oleh Pau Cubarsí.
Memasuki babak kedua, Barcelona menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Eric García memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 melalui tendangan voli setelah menerima bola liar di dalam kotak penalti. Dani Olmo menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-60 dengan sundulan yang memanfaatkan umpan silang dari Gerard Martín. Raphinha kemudian membawa Barcelona unggul 3-2 pada menit ke-87 setelah memanfaatkan bola muntah dari tembakan pertamanya yang ditepis oleh kiper Inter, Yann Sommer.
Saat pertandingan tampak akan dimenangkan oleh Barcelona, Francesco Acerbi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+3 melalui tendangan kaki kanan setelah menerima umpan dari Denzel Dumfries. Gol ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu dengan agregat 6-6.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim bermain hati-hati, namun Inter berhasil mencetak gol penentu melalui Davide Frattesi pada menit ke-99. Gol ini tercipta setelah kerja sama apik antara Marcus Thuram dan Frattesi yang mengelabui pertahanan Barcelona. Inter berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan dan memastikan kemenangan 4-3 (agregat 7-6) untuk melaju ke final Liga Champions.
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, memuji semangat juang timnya:
Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan kekecewaannya:
Pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Inter Milan dan FC Barcelona menjadi salah satu laga paling epik dalam sejarah kompetisi. Aksi saling comeback, gol di menit akhir, perpanjangan waktu, dan drama VAR yang menambah ketegangan membuat pertandingan ini sangat berkesan. Inter Milan berhasil melaju ke final dan akan menghadapi pemenang antara PSG dan Arsenal.