
Arsenal tampil menekan sepanjang laga dengan penguasaan bola mencapai 47% dan menciptakan 10 peluang—lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, semua peluang itu berhasil dipatahkan Gianluigi Donnarumma yang tampil solid di bawah mistar PSG.
Mikel Merino sempat mencetak gol penyama, tetapi dianulir oleh VAR karena offside dalam proses serangan. Arsenal juga mengandalkan sayap cepat mereka, tetapi gagal menembus lini belakang PSG yang disiplin.
PSG yang unggul cepat lebih memilih bermain efektif dan fokus menjaga keunggulan. Pertahanan mereka tampil disiplin, dengan duet Marquinhos dan Skriniar mampu menghalau sejumlah peluang The Gunners, terutama dari bola mati.
Momen panas sempat terjadi di akhir laga saat pelatih set-piece Arsenal, Nicolas Jover, terlihat marah pada wasit karena keputusan yang dinilai merugikan timnya. Mikel Arteta pun harus menenangkannya di sisi lapangan.
Kemenangan ini membuat PSG dalam posisi di atas angin jelang leg kedua yang akan digelar di Parc des Princes pada Kamis, 8 Mei 2025 mendatang. Arsenal harus menang dengan selisih dua gol jika ingin lolos ke final untuk pertama kalinya sejak 2006.
Sementara PSG, yang sudah memastikan gelar Ligue 1 dan lolos ke final Coupe de France, kini tinggal satu langkah lagi untuk mencapai final Liga Champions kedua mereka dalam lima musim terakhir.