Pratama Arhan Alif Rifai, bek kiri andalan Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena performa di lapangan hijau, tetapi juga karena dinamika kehidupan pribadi yang penuh lika-liku. Dari desa kecil di Blora hingga panggung internasional, perjalanan pemain berusia 23 tahun ini mencerminkan perjuangan, prestasi, dan kontroversi yang tidak pernah lepas dari sorotan media.

Pratama Arhan dilahirkan pada 21 Desember 2001 di Blora, Jawa Tengah, dari pasangan Sutrisno dan Surati. Tumbuh besar di Desa Sidomulyo, sekitar 17 kilometer dari pusat kota Blora, Arhan menghadapi tantangan ekonomi keluarga yang tidak mudah. Sang ibu harus berjualan sayur keliling untuk membantu perekonomian keluarga dan membiayai SSB anaknya di Putra Mustika.
Meski berasal dari keluarga sederhana, passion Arhan terhadap sepak bola tidak pernah surut. Sejak kecil, ia gemar bermain sepak bola dan kerap berlatih bersama kakaknya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Mustika. Keterbatasan finansial tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengejar mimpi menjadi pemain profesional.
Perjalanan profesional Arhan dimulai ketika ia pindah ke Semarang dan bergabung dengan SSB Terang Bangsa sambil menempuh pendidikan SMP. Di sinilah potensi Arhan mulai terlihat nyata. Setelah menunjukkan perkembangan pesat, ia direkrut oleh PSIS U-18 dan U-20, yang berhasil menjadi runner-up di ajang liga kelompok umur.
Debut resmi Arhan di tim utama PSIS terjadi pada Piala Menpora 2021, di mana ia langsung mencuri perhatian dengan mencetak dua gol sekaligus meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik. Salah satu golnya bahkan dinilai sebagai gol terbaik turnamen melalui tendangan bebas spektakuler. Debut profesional di Liga 1 berlangsung pada 4 September 2021 dalam pertandingan melawan Persela Lamongan.
Penampilan memukau Arhan di Piala AFF 2020, di mana ia membantu Indonesia mencapai final, menarik perhatian Tokyo Verdy dari J2 League Jepang. Transfer ke Jepang pada 2022 menandai awal petualangan internasionalnya, meski ia hanya mencatatkan empat penampilan selama berkarier di Negeri Sakura.
Pada Januari 2024, Arhan pindah ke Suwon FC di K-League 1 Korea Selatan. Sayangnya, petualangan di Korea menjadi periode paling sulit dalam kariernya. Hanya bermain selama tiga menit sebelum mendapat kartu merah dalam debut melawan Jeju United, Arhan tidak pernah lagi mendapat kesempatan bermain hingga kontraknya berakhir.
Setelah kontraknya dengan Suwon FC tidak diperpanjang, Arhan menemukan rumah baru di Bangkok United pada 7 Januari 2025. Klub Thailand ini menyambut kedatangannya dengan video unik yang menampilkan keahlian lemparan jarak jauh yang menjadi ciri khasnya.
Di Bangkok United, Arhan mulai menunjukkan performa yang lebih konsisten. Dalam 15 penampilan lintas kompetisi, ia berhasil menyumbang empat assist, membuatnya masuk dalam lima besar penyumbang assist terbanyak di klub. Yang mengagumkan, ia mencapai prestasi ini meski baru bergabung di pertengahan musim, sementara empat pemain lain di daftar tersebut sudah bermain sejak awal musim.
Arhan pertama kali memperkuat Timnas Indonesia U-19 dalam pelatihan di Kroasia, tampil perdana melawan Bulgaria U-19 pada 5 September 2020. Ia bahkan ditunjuk sebagai kapten saat menghadapi Makedonia Utara U-19.
Debut di timnas senior terjadi pada 25 Mei 2021 dalam pertandingan persahabatan melawan Afghanistan di Dubai. Namun, momen yang benar-benar membuatnya dikenal luas adalah penampilan spektakuler di Piala AFF 2020. Arhan mencetak gol pertama untuk timnas pada 19 Desember 2021 melawan Malaysia melalui tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak terbendung.
Gol tersebut menjadi viral dan membuat PSIS Semarang menyamakannya dengan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, karena kemiripan gaya permainan. Di turnamen yang sama, ia juga mencetak gol kedua melawan Singapura di semifinal, membantu Indonesia mencapai final.
Total, Arhan telah tampil 54 kali untuk timnas Indonesia dengan mencetak tiga gol. Ia dikenal karena kemampuan uniknya dalam lemparan jarak jauh dan tendangan bebas yang kuat, yang sering menjadi senjata mematikan Skuad Garuda.
Kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia membawa perubahan signifikan. Arhan tidak lagi menjadi pilihan utama di posisi bek kiri, tersaingi oleh pemain-pemain naturalisasi seperti Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Yance Sayuri.
Terakhir kali Arhan tampil untuk timnas adalah pada 27 Januari 2022 melawan Timor Leste. Sejak Kluivert mengambil alih, Arhan telah absen dalam lima pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Untuk agenda FIFA Matchday September 2025 melawan Kuwait dan Lebanon, nama Arhan tidak masuk dalam 27 pemain yang dipanggil.
Pada 20 Agustus 2023, Arhan mengejutkan publik dengan menikahi Azizah Salsha, putri anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade. Pernikahan sederhana yang digelar di Masjid Indonesia Tokyo ini dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Ketua DPR Dasco sebagai saksi.
Dari pihak keluarga pria, juru bicara diwakili Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, sedangkan pihak keluarga wanita diwakili Wakil Ketua MPR sekaligus Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani. Pernikahan yang semula tampak seperti kisah dongeng ini mendapat perhatian luas media dan publik.
Hanya dua tahun setelah pernikahan yang megah, kisah cinta Arhan dan Azizah berakhir tragis. Pada 1 Agustus 2025, Arhan secara diam-diam mengajukan permohonan talak cerai terhadap Azizah di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, dengan nomor perkara 4274/Pdt.G/2025/PA.Tgrs.
Sidang perceraian pertama digelar pada 11 Agustus 2025, namun Azizah tidak pernah hadir meski telah dipanggil secara patut. Pada sidang kedua tanggal 25 Agustus 2025, majelis hakim memutuskan perceraian secara verstek karena ketidakhadiran tergugat.
Yang lebih mengejutkan, isi gugatan cerai Arhan bocor ke publik melalui media sosial. Menurut dokumen yang beredar, kehidupan rumah tangga mereka mulai goyah pada Januari 2024 dengan serangkaian pertengkaran yang sulit didamaikan. Gugatan tersebut juga menyebutkan berbagai permasalahan dalam hubungan mereka yang berujung pada keputusan berpisah.
Meski baru bergabung di pertengahan musim, Arhan menunjukkan adaptasi yang luar biasa di Liga Thailand. Bangkok United berada di posisi kedua klasemen dengan 30 poin, hanya tertinggal sembilan poin dari pemimpin Buriram United.
Media Thailand yang awalnya skeptis terhadap kedatangan Arhan kini harus mengakui kehebatannya. Dalam 15 laga lintas kompetisi, kontribusi empat assist membuatnya menjadi salah satu pemain kunci Bangkok United. Yang lebih mengesankan, Bangkok United belum pernah kalah di Liga Thailand ketika memainkan Arhan sebagai starter.
Keahlian khas Arhan dalam lemparan jarak jauh terus menjadi senjata ampuh Bangkok United. Beberapa gol tim diawali dari lemparan jarak jauhnya, termasuk gol Mahmoud Eid yang mengantarkan kemenangan 1-0 atas Nongbua Pitchaya. Bahkan dalam hasil imbang 2-2 melawan Rayon FC, kedua gol Bangkok United bermula dari lemparan jarak jauh Arhan.
Tidak dipanggilnya Arhan oleh Patrick Kluivert menimbulkan pertanyaan tentang masa depannya di timnas. Meski menunjukkan performa apik di Bangkok United, kompetisi ketat dengan pemain naturalisasi di posisi bek kiri membuatnya harus bekerja ekstra keras.
Kluivert tampaknya lebih mengandalkan Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Yance Sayuri yang bermain di liga-liga Eropa. Bagi Arhan, konsistensi performa di Bangkok United menjadi kunci untuk kembali masuk radar pelatih asal Belanda tersebut.
Di tengah berbagai masalah pribadi, Arhan memilih fokus pada karier klubnya di Bangkok United. Dengan performa yang terus menunjukkan tren positif, ia berpeluang menjadi pemain kunci Bangkok United dalam mengejar gelar Liga Thailand.
Bangkok United juga masih berkompetisi di AFC Champions League Two dan berbagai kompetisi domestik, memberikan Arhan panggung yang lebih luas untuk menunjukkan kualitasnya.
Perjalanan Pratama Arhan dari desa kecil di Blora hingga menjadi bintang internasional mencerminkan dedikasi dan perjuangan yang luar biasa. Meski menghadapi berbagai tantangan, baik di lapangan maupun kehidupan pribadi, ia terus menunjukkan mentalitas juang yang tinggi.
Di usia 23 tahun, Arhan masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan kualitasnya. Performa impresif di Bangkok United menunjukkan bahwa ia tidak menyerah dalam mengejar impian, baik di level klub maupun timnas. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Arhan tetap menjadi sosok inspiratif yang pantang menyerah menghadapi segala rintangan.
Seperti yang dilansir kulitbundar.my.id, kisah Pratama Arhan membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya tentang permainan di lapangan, tetapi juga tentang karakter dan ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan. Perjalanannya yang berliku menjadi cerminan bahwa setiap pemain memiliki cerita unik di balik setiap tendangan bola yang mereka lakukan.