kulitbundar.my.id, – Laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia dan Arab Saudi digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah (8 Oktober 2025). Indonesia sempat unggul lewat penalti Kevin Diks pada menit ke-11, namun Arab Saudi segera membalas dan kemudian memimpin lewat dua gol tambahan. Hasil akhir 3-2 kemenangan untuk Saudi.
Keunggulan Indonesia membuka lebih dulu lewat penalti Kevin Diks di menit ke-11 setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran handball terhadap Hassan Al Tambakti. Namun, Arab Saudi membalas dengan cepat. Saleh Abu Al Shamat menyamakan skor pada menit ke-17 melalui tembakan jarak jauh.

Tak berhenti di situ, Saudi kembali memimpin lewat penalti. VAR meninjau pelanggaran yang dilakukan oleh Yakob Sayuri terhadap Firas Al-Buraikan di kotak dan Al Buraikan mengakhiri menjadi gol.
Di babak kedua, Firas Al-Buraikan menggandakan gol dengan menuntaskan rebound setelah kiper Indonesia menepis tembakan jarak jauh Musab Al Juwayr.
Indonesia sempat memperkecil skor lewat penalti kedua Kevin Diks di menit ke-88, setelah VAR menunjukkan pelanggaran dari Nawaf Boushal. Drama sempat terjadi, Mohamed Kanno dari Arab Saudi dikeluarkan melalui dua kartu kuning di masa tambahan waktu. Tapi Indonesia sudah tidak punya waktu untuk memahami keadaan. Akhirnya, skor 3-2 untuk kemenangan Arab Saudi bertahan.
Beberapa pengamat menilai bahwa pemilihan formasi 4-2-3-1 yang digunakan Kluivert kurang cocok melawan Arab Saudi. Duet gelandang bertahan Joey Pelupessy dan Marc Klok sering kalah dalam duel dan tidak mampu meredam dominasi Arab Saudi di lini tengah, sehingga Indonesia kehilangan kendali permainan.

Kritik lain menyebut bahwa perubahan susunan pemain atau taktik dilakukan terlalu lambat. Saat momentum permainan mulai berpihak ke Saudi, Indonesia belum melakukan substitusi signifikan untuk memecah tempo atau mencari alternatif serangan. Waktu penempatan dianggap terlambat sehingga momentum yang hilang sulit menyenangkan.
Marc Klok. Mencatat memainkan pertandingan penuh (90 menit), performanya dikritik karena beberapa disposisi yang kurang efektif. Dan satu kesalahan fatal yang membuka peluang lawan hingga terjadinya gol.
Selanjutnya ada Yakob Sayuri. Momen terpenting datang ketika Yakob Sayuri dianggap menarik kaos Al-Buraikan dalam kotak penalti yang menghasilkan penalti untuk Arab Saudi. Menariknya, Yakob Sayuri di zaman kepelatihan Shin Tae Young justru lebih banyak bermain di posisi penyerang yang berbanding kebalik pada lagi ini.
Beckham Putra. Ia juga bermain sejak menit awal dinilai belum siap untuk laga besar seperti ini, terlihat selama bermain sering kalah duel dan jarang mendapatkan bola di posisi sayap kiri.