Mikel Arteta tidak menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa Arsenal. Dalam konferensi pers usai laga, ia menyebut kemenangan ini sebagai salah satu yang paling membanggakan dalam kariernya.
Ia juga menyoroti ketangguhan mental para pemain, terutama Bukayo Saka, yang sempat gagal mengeksekusi penalti di leg pertama namun bangkit dan mencetak gol penting di leg kedua.
Arteta menyebut kemenangan ini bukan sekadar hasil, tapi juga bukti kesiapan Arsenal bersaing di level tertinggi Eropa.
Carlo Ancelotti menunjukkan sikap realistis dalam menyikapi kekalahan timnya. Dalam konferensi pers singkat, ia mengakui Arsenal tampil lebih baik.
Pelatih asal Italia itu menolak berspekulasi soal masa depannya di klub.
Meskipun tersingkir dari Liga Champions, Ancelotti berharap timnya bisa bangkit dan tetap bersaing di kompetisi domestik.
Salah satu momen paling krusial di laga ini adalah insiden penalti yang sempat diberikan untuk Real Madrid. Wasit menunjuk titik putih usai Declan Rice dinilai melanggar Kylian Mbappé. Namun, setelah lima menit peninjauan melalui VAR, keputusan itu dibatalkan.
UEFA merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa keputusan wasit sudah sesuai protokol VAR. Tidak ditemukan cukup kontak untuk menjatuhkan Mbappé, sehingga penalti dibatalkan.
Dengan kemenangan ini, Arsenal berhasil mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2009. Di babak berikutnya, mereka akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain yang lebih dulu menyingkirkan Barcelona.
Dengan momentum dan kepercayaan diri yang tinggi, pasukan Arteta kini menjadi salah satu favorit kuat untuk menjuarai kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.