Magis yang Tak Terlupakan: Kevin De Bruyne dan Akhir Sebuah Era di Manchester City

Kevin De Bruyne dan Akhir Sebuah Era di Manchester City Musim Ini

Gelandang asal Belgia, Kevin De Bruyne, akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2024/2025. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat peran vital sang pemain dalam dominasi City di kancah domestik dan Eropa. De Bruyne bukan hanya pemain bintang, tetapi juga simbol kreativitas dan kecerdasan permainan yang sulit digantikan.

Kevin De Bruyne dan Akhir Sebuah Era di Manchester City
Kevin De Bruyne dan Akhir Sebuah Era di Manchester City

Awal Perjalanan di Manchester City

Kevin De Bruyne bergabung dengan Manchester City pada tahun 2015 dari VfL Wolfsburg dengan nilai transfer sekitar £54 juta. Transfer ini sempat diragukan oleh beberapa pihak karena kariernya yang tidak bersinar di Chelsea. Namun, De Bruyne membungkam semua keraguan dengan performa konsisten dan kontribusi luar biasa selama hampir satu dekade.


Deretan Trofi dan Catatan Bersejarah

Selama membela The Citizens, De Bruyne menjadi bagian penting dari era keemasan Manchester City. Berikut daftar trofi yang berhasil ia raih:

Selain trofi, De Bruyne mencatatkan lebih dari 400 penampilan, lebih dari 100 gol, dan lebih dari 170 assist di semua kompetisi. Ia juga menjadi pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah klub dan pernah menyamai rekor 20 assist dalam satu musim Premier League (2019/2020).

De Bruyne dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia karena kombinasi teknik, visi, dan determinasi yang luar biasa. Umpan silang presisi, tembakan jarak jauh, dan kecerdasan membaca permainan membuatnya jadi nyawa permainan City.

Permainannya sangat berpengaruh dalam skema Pep Guardiola, di mana ia kerap menjadi pemecah kebuntuan atau kreator serangan balik yang mematikan. Fans dan para pengamat sepak bola sepakat bahwa kehadiran De Bruyne memberikan warna tersendiri dalam setiap laga.


Keputusan Perpisahan yang Mengejutkan

Kontrak De Bruyne akan berakhir pada Juni 2025, dan menurut laporan media, City tidak akan memperpanjangnya. Sang pemain menyatakan kecewa karena ia merasa masih mampu bermain di level tertinggi, namun ia juga menyadari bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar bisnis dan regenerasi tim.

Hal ini menandai berakhirnya hubungan emosional antara De Bruyne dan publik Etihad yang telah terjalin selama nyaris 10 tahun.

Belum ada konfirmasi ke mana De Bruyne akan berlabuh setelah meninggalkan Manchester City. Namun, sejumlah rumor menyebut ketertarikan klub-klub dari Major League Soccer (MLS) dan Liga Arab Saudi.

Sergio Agüero bahkan menyarankan De Bruyne untuk bergabung ke Inter Miami dan bermain bersama Lionel Messi, menyebut kombinasi keduanya akan “menggila” di MLS. Meski demikian, masa depan De Bruyne masih misterius hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait