
Dengan kemenangan di laga ke-33 ini, Liverpool semakin mengukuhkan diri sebagai kandidat kuat juara. Persaingan dengan Arsenal dan Manchester City masih berlangsung ketat, namun tiga poin dari Leicester jelas menjadi bekal penting menuju pekan-pekan penentuan.
Dan di momen krusial itulah, Alexander-Arnold muncul sebagai pahlawan. Golnya tak hanya menyelamatkan poin, tapi juga mempertegas statusnya sebagai pemain vital dalam tim—bahkan ketika masa depannya sedang dispekulasikan.
Trent Alexander-Arnold diketahui menandatangani kontrak jangka panjang dengan Liverpool pada Juli 2021. Meskipun durasi pastinya tidak diumumkan secara resmi, laporan umum memperkirakan kontrak tersebut berlaku hingga musim panas 2025 atau 2026.
Namun hingga kini, belum ada pembicaraan terbuka dari pihak klub maupun pemain mengenai perpanjangan. Ketidakpastian ini membuka ruang bagi spekulasi, terutama dari media dan para penggemar.
Usai laga kontra Leicester, Virgil van Dijk turut ditanya soal masa depan Alexander-Arnold. Namun, sang kapten memilih untuk menghormati privasi rekannya.
Alexander-Arnold bukan hanya bek kanan. Ia adalah simbol filosofi permainan Liverpool era Klopp—pengumpan jitu, pencipta peluang, dan penyelamat di saat genting. Gol ke gawang Leicester hanyalah salah satu dari sekian banyak kontribusinya sejak debut pada 2016.
Namun, seperti halnya Steven Gerrard dan banyak legenda lainnya, setiap pemain memiliki waktunya sendiri. Dan publik kini mulai bertanya-tanya apakah waktu Alexander-Arnold di Liverpool perlahan mendekati akhir?