
Chelsea tampil dominan dan berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1. Gol-gol The Blues dicetak oleh Enzo Fernández pada menit ke-3, gol bunuh diri Jarell Quansah pada menit ke-35, dan penalti Cole Palmer di masa injury time. Sementara itu, Liverpool hanya mampu membalas melalui gol Virgil van Dijk pada menit ke-67.
Sebelum kick-off, para pemain Chelsea memberikan Guard of Honour kepada Liverpool yang telah resmi menjadi juara Premier League musim ini. Meskipun tidak diwajibkan secara resmi, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan atas pencapaian tim lawan. Chelsea menunjukkan sportivitas tinggi dengan memberikan penghormatan tersebut, meskipun mereka pernah menjadi penghalang bagi Liverpool dalam meraih gelar pada musim-musim sebelumnya.

Pertandingan ini juga membangkitkan kenangan akan insiden terkenal yang terjadi pada musim 2013/2014. Saat itu, Liverpool berada di puncak klasemen dan berpeluang besar meraih gelar Premier League pertama mereka. Namun, dalam laga melawan Chelsea di Anfield, kapten Steven Gerrard terpeleset saat menguasai bola, yang kemudian dimanfaatkan oleh Demba Ba untuk mencetak gol. Liverpool kalah 0-2 dalam laga tersebut, dan akhirnya kehilangan gelar juara yang direbut oleh Manchester City.
Kemenangan Chelsea atas Liverpool dengan skor 3-1 tidak hanya penting dalam konteks klasemen, tetapi juga sarat akan simbolisme dan sejarah. Guard of Honour yang diberikan Chelsea menunjukkan penghormatan kepada sang juara, sementara insiden “terpeleset” Gerrard tetap menjadi pengingat akan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kegagalan dalam sepak bola. Pertandingan ini menegaskan bahwa sejarah dan tradisi memiliki peran penting dalam membentuk narasi setiap laga besar.