
Manchester United 0-2 West Ham United
Tottenham Hotspur 0-2 Crystal Palace
Bermain di Old Trafford, Manchester United harus mengakui keunggulan West Ham United dengan skor 0-2. Gol-gol West Ham dicetak oleh Tomáš Souček pada menit ke-26 dan Jarrod Bowen pada menit ke-57. Kekalahan ini menjadi yang ke-17 bagi MU di Premier League musim ini, menempatkan mereka di peringkat ke-16 klasemen sementara. Pelatih Ruben Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag pada November 2024, menghadapi tekanan besar untuk membalikkan performa tim jelang final Liga Europa.

Di Tottenham Hotspur Stadium, tuan rumah Tottenham Hotspur juga menelan kekalahan 0-2 dari Crystal Palace. Eberechi Eze menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-45 dan 48. Kekalahan ini merupakan yang ke-20 bagi Spurs di Premier League musim ini, menempatkan mereka di peringkat ke-17 klasemen sementara. Pelatih Ange Postecoglou mengakui performa timnya yang buruk dan menekankan perlunya peningkatan jelang final Liga Europa melawan Manchester United.
Manchester United melaju ke final Liga Europa setelah menyingkirkan Athletic Bilbao dengan agregat 7-1. Pada leg pertama di San Mamés, MU menang 3-0 berkat gol Casemiro dan dua gol Bruno Fernandes. Di leg kedua di Old Trafford, mereka menang 4-1 dengan gol dari Casemiro, Rasmus Højlund, dan dua gol Mason Mount. Kemenangan ini memastikan tempat MU di final melawan Tottenham Hotspur.

Tottenham Hotspur mencapai final setelah mengalahkan Bodø/Glimt dengan agregat 5-1. Pada leg pertama di London, Spurs menang 3-1 dengan gol dari Brennan Johnson, James Maddison, dan Dominic Solanke. Di leg kedua di Norwegia, mereka menang 2-0 berkat gol dari Solanke dan Pedro Porro. Kemenangan ini membawa Spurs ke final Liga Europa pertama mereka sejak 1984.

Kekalahan yang dialami Manchester United dan Tottenham Hotspur di kandang sendiri pada pekan ke-36 Premier League menjadi pukulan telak menjelang final Liga Europa. Kedua tim tampak belum sepenuhnya konsisten, terutama dalam menjaga performa usai pertandingan besar. Jika tidak segera memperbaiki aspek konsentrasi, taktik, dan efisiensi penyelesaian akhir, MU dan Spurs bisa kehilangan kesempatan mengakhiri musim dengan trofi. Final di kompetisi Eropa tinggal hitungan hari, dan hanya tim yang siap secara mental dan teknis yang akan keluar sebagai juara.