Dari Bilbao ke Brentford: MU Menang Kamis, Kalah Sabtu Liga Europa Oke, Liga Inggris Ambyar

Dari Bilbao ke Brentford: MU Menang Kamis, Kalah Sabtu Liga Europa Oke, Liga Inggris Ambyar
Manchester United mencatat hasil bertolak belakang di dua kompetisi berbeda. Setelah sukses melaju di Liga Europa dengan kemenangan penting atas Athletic Bilbao, harapan akan kebangkitan di Premier League justru kembali sirna. Bertandang ke markas Brentford pada pekan ke-35 Premier League 2024/2025, Setan Merah harus pulang dengan kekalahan dramatis 4-3, memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka menjadi enam laga berturut-turut di liga domestik.

Jalannya Pertandingan

Manchester United sempat unggul lebih dulu melalui gol Mason Mount. Namun, Brentford membalas dengan cepat melalui gol bunuh diri Luke Shaw dan sundulan Kevin Schade, membuat skor menjadi 2-1 hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Schade kembali mencetak gol, disusul oleh Yoane Wissa yang memperbesar keunggulan menjadi 4-1. Meskipun United mencoba bangkit dengan gol dari Alejandro Garnacho dan Amad Diallo, mereka tetap gagal mengejar ketertinggalan.

Meski Manchester United tampil impresif di Liga Europa, tren buruk di Premier League tak kunjung membaik. Kekalahan dari Brentford memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi enam laga berturut-turut di liga. Hal ini membuat peluang mereka finis di zona Eropa lewat jalur liga makin menjauh jika tidak segera bangkit dalam sisa pertandingan musim ini.

Namun demikian, masih ada secercah harapan bagi Setan Merah. Jika mereka berhasil menjuarai Liga Europa yang sering dijuluki sebagai “Liga Malam Jumat” Manchester United akan otomatis lolos ke Liga Champions musim depan, terlepas dari posisi mereka di klasemen Premier League. Oleh karena itu, menjuarai Liga Europa kini bukan hanya soal prestise, tetapi juga menjadi tiket paling realistis untuk kembali ke panggung elit Eropa.

manajer Manchester United, Rúben Amorim, menyoroti performa lini depan timnya. Amorim mengungkapkan bahwa meskipun timnya memulai pertandingan dengan baik, mereka kesulitan dalam situasi bola mati dan lemparan ke dalam, yang menjadi masalah karena kurangnya tinggi badan di tim.

“Kami memulai dengan baik, mengendalikan permainan dengan cukup baik, namun lemparan ke dalam dan bola mati menjadi masalah bagi kami. Itu wajar karena kami tidak memiliki tinggi badan di tim,” ujar Amorim kepada Sky Sports.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait