
Barcelona membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui gol spektakuler dari Pedri. Namun, Real Madrid bangkit di babak kedua dengan dua gol cepat. Kylian Mbappé yang masuk sebagai pemain pengganti menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas indah, disusul oleh sundulan Aurelien Tchouaméni yang membawa Madrid unggul 2-1.
Menjelang akhir waktu normal, Ferran Torres mencetak gol penyeimbang untuk Barcelona, memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Di babak tambahan, Jules Koundé menjadi pahlawan dengan gol jarak jauhnya pada menit ke-116, memastikan kemenangan 3-2 untuk Barcelona.
Pertandingan ini juga diwarnai oleh kontroversi dan emosi tinggi. Wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea mengeluarkan tiga kartu merah untuk pemain Real Madrid: Antonio Rüdiger, Lucas Vázquez, dan Jude Bellingham. Rüdiger dikeluarkan karena melempar objek ke arah wasit, Vázquez karena protes berlebihan, dan Bellingham karena konfrontasi agresif setelah peluit akhir.
Kemenangan ini menandai gelar Copa del Rey ke-32 bagi Barcelona, memperpanjang rekor mereka sebagai klub dengan trofi terbanyak di kompetisi ini. Pelatih Hansi Flick juga mempertahankan rekor sempurna di final, dengan tujuh kemenangan dari tujuh final yang diikutinya.
Skor Akhir: Barcelona 3-2 Real Madrid (setelah perpanjangan waktu)
Pencetak Gol:
Pedri (28′)
Kylian Mbappé (Real Madrid)
Aurelien Tchouaméni (Real Madrid)
Ferran Torres (83′)
Jules Koundé (116′)
Kemenangan di final Copa del Rey ini menegaskan dominasi Barcelona atas Real Madrid sepanjang musim 2024/2025. Dalam semua pertemuan El Clásico musim ini, Barcelona selalu keluar sebagai pemenang baik di LaLiga, Piala Super Spanyol, maupun kini di Copa del Rey.
Kemenangan ini menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh Hansi Flick dalam mengangkat kembali kejayaan Barcelona di era baru ini.