
Arsenal memulai pertandingan dengan agresif, menguasai 75% penguasaan bola dalam 26 menit pertama dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam dan penampilan gemilang kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, menggagalkan upaya mereka.
PSG berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-27 melalui gol Fabián Ruiz. Gelandang asal Spanyol ini memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri yang tidak dapat dijangkau oleh kiper Arsenal, David Raya.
Memasuki babak kedua, Arsenal terus menekan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pada menit ke-72, PSG menggandakan keunggulan melalui gol Achraf Hakimi. Bek asal Maroko ini menyelesaikan serangan balik cepat yang diprakarsai oleh Khvicha Kvaratskhelia.
Arsenal berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-76 melalui Bukayo Saka. Namun, hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan PSG.

Gianluigi Donnarumma tampil luar biasa dalam leg kedua semifinal Liga Champions antara PSG dan Arsenal. Kiper asal Italia ini mencatatkan lima penyelamatan krusial yang menjadi kunci kemenangan PSG 2-1 di Parc des Princes Sepanjang pertandingan, Arsenal terus menekan dan menciptakan peluang berbahaya melalui Gabriel Martinelli, Martin Ødegaard, Bukayo Saka, dan Leandro Trossard. Namun, Donnarumma menunjukkan refleks cepat, positioning yang sempurna, dan ketenangan luar biasa dalam situasi tekanan tinggi. Salah satu penyelamatan terbaiknya terjadi saat ia menepis tembakan kaki kiri Trossard yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil ini. Ia menyatakan bahwa timnya seharusnya bisa unggul 3-0 dalam 20 menit pertama dan menyoroti penampilan luar biasa Donnarumma sebagai faktor penentu.
Sementara itu, pelatih PSG, Luis Enrique, memuji mentalitas dan performa timnya. Ia juga menekankan pentingnya kemenangan ini sebagai bukti kekuatan Ligue 1 dan menanggapi kritik terhadap kompetisi domestik mereka.
Kemenangan ini membawa PSG ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak lima tahun terakhir. Mereka akan menghadapi Inter Milan dalam perebutan gelar juara. Bagi Arsenal, perjalanan mereka di Liga Champions musim ini berakhir, namun pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk musim mendatang.